Jumat, 29 Mei 2009

Customer Relationship Management Menciptakan Kesetiaan Pelanggan

Disusun Untuk melengkapi Tugas Akhir Semester Mata Kuliah Pengantar E-bussiness (E-Commerce)

clip_image002

Disusun oleh :

KRISNA WULAN SARI

DMI 202 – A21.2008.05982

UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

SEMARANG

2009

Abstrak

Kunci keberhasilan perusahaan bukan semata pada kualitas produk / jasa, tetapi seberapa jauh upaya perusahaan memuaskan kebutuhan pelanggannya kemudian memberikan pelayanan yang baik dan menyenangkan mereka untuk memastikan mereka menjadi pelanggan setia

Customer Relationship Management (CRM) memungkinkan terciptanya kesetiaan pelanggan bukan hanya pada produknya namun juga setia terhadap perusahaan. Penerapan strategi CRM dapat dikembangkan untuk memperoleh pelanggan baru (Acquire), meningkatkan hubungan dengan pelanggan (Enhance), dan mempertahankan pelanggan (Retain) yang berujung pada terciptanya kesetiaan pelanggan.

Berdasarkan perkembangan teknologi dan kebutuhan customer akan akses layanan yang praktis dan efisien, lahirlah konsep e-CRM sebagai jawaban atas tuntutan tersebut. E-CRM adalah aplikasi internet atau teknologi lain yang berkaitan di industri pelayanan pelanggan perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan akses, efisiensi, efektivitas, dan kualitas dari proses-proses bisnis yang melibatkan beberapa bidang, yaitu bidang pemasaran (marketing), penjualan (sales), dan pelayanan (service).

1.Pendahuluan

1.1 Latar belakang

Kepuasan pelanggan merupakan kunci utama keberhasilan bisnis atau perusahaan. Bagaimana cara perusahaan berinteraksi dengan pelanggan telah berubah seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan tehnologi. Perusahaan makin menyadari bahwa memahami pelanggan, merespon kebutuhan pelanggan dengan capat dan tepat menjadi sesuatu yang penting bagi bisnis mereka. Untuk memperoleh itu semua, setiap perusahaan harus bersifat proaktif dan antisipatif terhadap keinginan pelanggan.

Customer sevice atau penjaga toko harus selalu mengingat semua pelanggan mereka, dan harus tahu apa yang harus dilakukan ketika seorang pelanggan datang ke toko. Tetapi di era sekarang, penjaga tokobanyak menghadapi situasi yang kompleks. Lebih banyak pelanggan, lebih banyak produk, lebih banyak pesaing, dan waktu yang sempit untuk bereaksi, dalam arti untuk mengerti dan memahami pelanggan maka penjaga toko harus bekerja keras.

Penawaran yang tepat berarti menangani banyak interaksi dengan pelanggan, memprioritaskan apa yang hendak ditawarkan kepada pelanggan. Dengan kata lain penawaran yang tepat adalah memberikan pelayanan yang tepat pada waktu yang tepat. Namun dalam pelayanan setiap pelanggan membutuhkan “orang yang tepat”. Orang yang tepat maksudnya adalah tidak semua pelanggan cocok dengan pakaian yang sama yang maksudnya tiap pelanggan membutuhkan pelayanan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Interaksi dengan pelangganpun perlu bergerak menuju tingkat tertinggi dalam kontes pemasaran untuk memenuhi target yang berupa pemenuhan keinginan dan kebutuhan individu. Bukan cuma cara pelayanan yang tepat namun dalam praktiknya, pelayanan yang tepat harus didukung oleh waktu yang tepat. Waktu yang tepat adalah hasil dari kenyataan bahwa interaksi dengan pelanggan yang sekarang terjadi pada dasar yang berkesinambungan. Yang terakhir, dalam suatu pelayanan membutuhkan wadah atau saluran yag tepat, yang berarti perusahaan membutuhkan wadah untuk berinteraksi dengan pelanggan melalui berbagai cara ( email, surat langsung, tele-marketing, dan lain-lain ).

Perusahaan harus menghabiskan banyak uang untuk memperoleh pelanggan baru daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Lebih mahal untuk mendapatkan kembali seorang pelanggan setelah mereka pergi daripada tetap mempertahankan mereka dengan keadaan yang lebih nyaman ditempat semula. Lebih mudah menjual produk baru pada pelanggan yang sudah ada daripada pelanggan baru. Darisinipun kita dapat mengetahui mana pelanggan yang menguntungkan ( menghasilkan banyak keuntungan bagi perusahaan ) daripada pelanggan lain. Mana pelanggan yang tidak menguntungkan dan pelanggan yang tidak menguntungkan sama sekali.

Hal yang menarik sekarang adalah nilai bisnis dapat diukur dari level tiap individu. Ini mugkin terjadi karena perkembangan dari teknologi informasi sekarang yang menyediakan kesempatan bagi perusahaan untuk berlomba-lomba memanfaatkannya. Perusahaan-perusahaan mencari cara untuk bergerak dari model penjualan tunggal ke hubungan penjualan yag berkesinambungan dengan pelanggan mereka.

Kita perlu ketahui bahwa hanya sebagian kecil perasaan pelanggan yang positif dari kesetiaan pelanggan terhadap produk. Sisanya dari pelayanan, pengalaman, dan sebagainya. Oleh karena itu perusahaan perlu mengenali pelanggannya, tidak hanya demi produk, tetapi juga demi pelayanan, brand, dan nama baik. Mereka perlu mangatur hubungan dengan tiap pelanggan dan membuat setiap pelanggan menjadi mesin keuntungan. Perusahaan yang sukses akan mendapatkan peningkatan nilai pada biaya penjualan dan pemasaran yang rendah. Dan mengurangi biaya dari pelanggan yang hilang dan penjualan dan pemasaran yang tidak efektif. Metodologi tersebut yang membuat usaha-usaha tersebut disebut Customer Relationship Management (CRM).

2. Pembahasan

2.1 Pengertian Customer Relationship Management

Customer Relationship Management (CRM) adalah strategi yang digunakan untuk mempelajari lebih lanjut tentang kebutuhan dan sikap pelanggan dalam rangka mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan. Hubungan yang baik dengan pelanggan merupakan inti dari kesuksesan bisnis.

Ada beberapa pengertian CRM yang diambil dari beberapa sumber, diantaranya :

1. Thompson (www.CRMguru.com)

CRM adalah strategi bisnis untuk memilah dan menata para pelanggan untuk mengoptimalkan nilai jangka panjang. CRM memerlukan filosofi bisnis yang terpusat pada pelanggan dan budayanya untuk mendukung marketing, sales, dan proses layanan yang efektif. Aplikasi-aplikasi CRM dapat mengaktifkan CRM yang efektif, memiliki pemimpin yang tepat, strategi dan kebudayaan.

2. Kalkota dan Robinson

CRM didefinisikan sebagai strategi penjualan, pemasaran dan pelayanan yang terintegrasi kedalam budaya perusahaan dan dengan perjalanan waktu selalu diasah dan diperbaiki sesuai kebutuhan dan keinginan para pelanggannya.

Berdasarkan perkembangan hubungan dengan pelanggan, CRM dibagi dalam tiga strategi :

1. Mendapat pelanggan baru (Acquire)

Perusahaan memperoleh pelanggan baru dengan mempromosikan produk inovatif dengan produk yag beragam dan keunggulan dalam pelayanan yang membedakannya dari perusahaan lain dengan basis pengetahuan terhadap pelanggan. Dan memberikan respon terhadap perusahaan secara proaktif.

2. Mempererat hubungan (Enhance)

Mempererat hubungan dengan pelanggan dapat dilakukan dengan cross-selling (manawarkan produk pelengkap pada saat penjualan sesuai dengan produk yang dibelinya) dan dengan up-selling (memberikan penawaran produk yangmemiliki tipe sama dengan kuantitas lebih besar).

3. Mempertahankan pelanggan (Retain)

Fokus pada adaptasi pelayanan dimana diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan serta memberikan pelayanan pada pelanggan yang bersifat one step service untuk semua hal yang berhubungan dengan pelanggan. Sehingga mampu membangun pelanggan yang bersifat adaptif.

CRM dapat didefinisikan sebagai strategi bisnis untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dengan cara membangun hubungan yang bersahabat dengan pelanggan. Pelanggan akan merasa puas jika value (nilai) yang diberikan oleh bisnis atau perusahaan lebih besar atau sama dengan value yang diharapkan oleh pelanggan. Nilai yang diharapkan pelanggan bersifat relatif terhadap masing-masing individu, hal ini menyebabkan pelayanan pelanggan tidak dapar bersifat ‘massal’, tapi berfokus pada masing-masing individu. Sasaran dari CRM adalah optimasi keuntungan. Dimana dengan dasar pemikiran adalah tidak semua pelanggan adalah sama.

CRM memungkinkan perusahaan menjadi lebih baik dalam pembagian dan pengalokasian sumber daya untuk kepuasan pelanggan. Sayangnya, meskipun CRM selalu berkembang, banyak perusahaan yang bersaing dengan cara yang sama untuk menarik perhatian para pelanggan. Oleh sebab itu keperluan dan kemampuan mengembangkan, mempertahankan dan merawat untuk melahirkan program hubungan yang efektif dengan pelanggan adalah yang terpenting.

Nilai dari barang / jasa >= Nilai dari pelanggan

Kepuasan pelanggan dapat diasumsikan sebagai berikut :

Dari titik pandang arsitektur, kerangka CRM secara keseluruhan dapat diklasifikasikan kedalam tiga komponen utama yaitu :

1. Operational CRM

Merupakan pengelolaan secara otomatisasi dari proses bisnis terintegrasi, termasuk customer touch point dan integrasi front office dan back office. Tujuan utama dari Operational CRM adalah memberikan customer experience yang memberikan nilai lebih kepada pelanggan. Yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan pelanggan akan secara terus menerus membawa pada kesetiaan pelanggan.

Aplikasi Operational CRM dibagi menjadi 2 jenis yaitu :

· Customer Touching Systems, seperti dinustech, dinus.ac.id dan siadin.

· Customer Facing Systems, aplikasi yang digunakan oleh layanan Informasi Udinus untuk menjawab pertanyaan mahasiswa.

2. Analitical CRM

Merupakan analisis data yang diperoleh dari oprasional CRM dengan memanfaatkan tool dan software untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perilaku pelanggan, seperti mengetahui kesetiaan pelanggan, berapa pelanggan yang belum setia, dan mengetahui berapa pelanggan yang masih berada dalam level customer retention.

3. Collaborative CRM

Merupakan seperangkat aplikasi dari pelayanan seperti email, ecommunities, World Wide Web, publikasi personal, dan alat sejenisnya yang dirancang untuk memfasilitasi interaksi antara pelanggan dengan perusahaan. Tujuannya adalah menyemangati dan menyebarkan loyalitas pelanggan kepada pelanggan lain yang belum berada pada level pelanggan yang loyal.

2.2 Faktor Penentu Tingkat Kepuasan Pelanggan

Ada lima factor yang menentukan tingkat kepuasan pelanggan adalah :

· Kualitas produk

Pelanggan akan merasa puas bila hasil evaluasi menujukkan bahwa produk yang mereka gunakan adalah produk yang berkualitas. Beberapa dimensi yang berpengaruh membentuk kualitas produk seperti performance produk, features, realibillity dan lain-lain.

· Kualitas pelayanan

Komponen pembentuk kepuasaan pelanggan adalah jasa. Pelanggan merasa puas bila mendapatkan pelayanan yang baik sesuai dengan yang diharapkan. Dalam banyak hal kualitas pelayanan sering kali mempunyai daya diferensial yang lebih kuat dibandingkan dengan kualitas produk.

· Faktor Emosional

Pelanggan yang merasa bangga dan mendapat keyakinan bahwa orang lain akan kagum apabila dia menggunakan produk dan merek tertentu akan cenderung memiliki tingkat kepuasaan yang lebih tinggi. Kepuasaanya bukan karena kualitas dari produk tersebut tetapi self-esteem atau social value yang membuat pelanggan menjadi puas terhadap merek produk tertentu.

· Harga

Produk berkualitas yang sama tetapi menetapkan harga yang relative lebih murah akan memberi value yang lebih tinggi kepada pelanggannya.

· Biaya dan kemudahan untuk mendapatkan produk atau jasa

Pelanggan yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan atau tidak perlu membuang waktu untuk mandapatkan suatu produk atau jasa akan cenderung puas terhadap produk atau jasa tersebut. ATM adalah contoh produk yang membuat pelanggan merasa puas pada pelayanan perbankan.

2.3 Komponen-komponen implementasi CRM pembangun E-loyalty

E-loyalty dapat diartikan ssbagai sebuah ikatan emosional antara pelanggan dengan perusahaan maupun organisasi atau merek yang tidak akan berakhir meskipun pesaing menawarkan hal yang lebih baik.

Pada tahapan kesetiaan (E-loyalty) pelanggan akan membela dan menganjurkan merek tersebut kepada orang lain. Disinilah pelanggan juga mampu menjadi pemasar yang tangguh terhadap lingkunganya.

Komponen-komponen yang membangun E-loyalty antara lain :

Ada 3 aspek penting perusahaan dalam proses implementasi CRM: untuk membangun E-loyalty (1) Proses dan prosedur, (2) orang, dan (3) sistem dan teknologi

1. Proses dan prosedur

Dari sisi proses dan prosedur, perusahaan harus mendefinisikan secara lebih jelas target market yang akan dibidik dan prosedur perusahaan secara lebih rinci dalam melayani konsumen. Hal ini penting agar karyawan yang berhubungan langsung dengan konsumen memiliki aturan yang jelas tentang bagaimana melayani pelanggan mereka. Selain itu, satu hal yang juga penting adalah bagaimana perusahaan menghubungkan antara kepuasan pelanggan dengan kinerja karyawan. Artinya, tidak hanya menjadi slogan dan jargon, tetapi proses layanan pelanggan menjadi sistem yang harus dijalankan oleh seluruh karyawan.

2. Orang

Merupakan pelaku atau actor dalam kegiatan bisnis. Pelaku bisnis dapat meliputi pegawai, pelanggan, pengirim barang. Faktor orang internalisasi cara berpikir orang tentang bagaimana melayani konsumen. Visi implementasi CRM harus jelas terlebih dahulu dan dipahami secara benar oleh semua karyawan dalam perusahaan. Selanjutnya adalah aspek kesiapan dari sisi pengetahuan dan keterampilan. Perusahaan perlu mengadakan pelatihan-pelatihan dan proses belajar yang membuat karyawan lebih siap dalam proses implementasi CRM.

3. Strategi pemilihan dan pengembangan teknologi CRM

Dalam strategi pemilihan dan pengembangan teknologi CRM. perusahaan perlu menentukan teknologi CRM yang jelas yang akan digunakan dalam pembangunan hubungan dengan pelanggan. Oleh karena itu perusahaan harus membuat cetak biru tentang teknologi CRM seperti apa yang akan digunakan, bagaimana proses implementasinya, training, dan juga penerapannya yang berhubungan dengan sistem yang sudah ada sekarang.

Pada aspek implementasi ini untuk mambangun E-loyalty pada pelanggan, sebelum mengimplementasikan ke seluruh perusahaan, perlu dilakukan proyek percontohan implementasi yang dievaluasi secara intensif dan menyeluruh. Proyek percontohan ini penting agar menjaga proses implementasi keseluruhan dapat berjalan dengan sukses.

2.4 Konsep CRM

Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya bahwa CRM merupakan suatu metode untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan harapan untuk meningkatkan E-loyalty. Namun yang menjadi permasalahan adalah bagaimana membangun CRM yang baik. Intinya dalam membangun CRM yang efektif harus memperhatikan komponen-komponen CRM seperti :

  1. Membangun Database yang Kuat

Membangun database pelanggan yang kuat. Alasan mengapa perusahaan perlu membangun database pelanggan yang kuat diantaranya database pelanggan adalah salah satu aset uatama perusahaan yang juga dapat dihitung performanya sebagaimana performa finansial yang lain. Selain itu database pelanggan dapat dijadikan ukuran tentang “ nilai perusahaan sekarang”, dan kemungkinan kelangsungannya di masa mendatang

Database yang kuat bukan hanya database tentang pelanggan yang kita miliki saja. Agar CRM mampu memperlihatkan peranannya dalam peningkatan pemasaran, tentunya data tentang supplier, pesaing dan data lainya juga dibutuhkan.

Data yang didapat harus dicermati keakuratannya. Karena data yang salah dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang keliru.

2. Membuat Profil dari setiap pelanggan

Profil pelanggan akan memberikan gambaran tentang kebutuhan, keinginan, dan juga concern mereka tentang produk atau layanan perusahaan.

3. Analisis Profitabelitas dari tiap pelanggan

Pertama adalah penerimaan (revenue) yang dihasilkan dari masing masing pelanggan, dan kedua adalah biaya (cost) yang harus dikeluarkan untuk melayani masing masing pelanggan.

  1. Interaksi dengan pelanggan

Pelanggan akan merasa diperlakukan secara individual yang tentu saja akan memberikan pengalaman yang lebih menarik dan mendukung proses kepuasan pelanggan.

2.5 Tingkat Keberhasilan CRM

Pernahkah kita megunjungi sebuah toko yang tidak memiliki pelayanan yang baik namun masih memiliki banyak pelanggan? Yang selanjutnya adalah apakah dengan menerapkan CRM maka pemasaran akan meningkat atau dengan kata lain seberapa besar tingkat kebarhasilan penerapan CRM did ala perusahaan.

Seorang manajer keuangan akan berpikir dua kali untuk menerapkan CRM dalam perusahaaanya, jika selama ini proses pemasaran berjalan dengan baik dan stabil. Namun apakah perusahaan semacam ini dapat bertahan lama? Sedangkan banyak perusahaan baru yang bermunculan dengan menerapkan konsep CRM.

Oleh karena itu tingkat kebarhasilan CRM memerlukan optimasi proses CRM. OPtimasi proses CRM memerlukan praktek bisns yang benar yang terdiri dari tiga langkah utama dan sebuah arsitektur untuk implementasi dan mendukung langkah-langkah tersebut. Langkah-langkah tersebut secara formal disebut “pengukuran”, “prediksi”, dan “aksi”. Langkah-langkah tersebut dipresentasikan di lingkaran CRM yang terus menerus dikembangkan.

Metodologi yang biasa digunakan adalah :

1. Cross-selling

Menjual produk baru kepada pelanggan yang sudah ada.

2. Acquasition

Mendapatkan nilai baru pelanggan.

3. Retention

Mempertahankan nilai pelanggan yang sudah ada.

Untuk mencapai tujuan ini ada banyak proses yang digunakan oleh organisasi pemasaran, seperti targeted marketing, Lifetime value prediction, channel management (mencocokkan saluran dengan pelanggan dengan cara yang paling tepat).

3. Kesimpulan dan Saran

Kesetiaan pelanggan atau E-loyalty kuci kesuksesan sebuah bisnis. Untuk menciptakan sebuah E-loyalty, pelayanana kepada pelanggan merupakan kunci utama. Oleh karena itu proses CRM perlu diterapkan dalam dunia bisnis dewasa ini. CRM adalah konsep, bukan perangkat lunak (software). CRM merupakan strategi untuk memikat pelanggan dan mempertahankannya. Konsep ini timbul dari pengertian bahwa mendapatkan pembeli jauh lebih besar dari pada menjaga hubungan jangka panjang dan menjadikan pembeli menjadi pelanggan setia.

Penerapan konsep CRM dilakukan secara berkesinambungan, menggunakan data yang akurat akan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan melalui teknologi informasi.

Penerapan teknologi dalam penerapan perlu terus ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Penerapan CRM harus pula diikuti oleh peingkatan kualitas produk dan jasa yang dipasarkan oleh perusahaan. Faktor manusia perlu diperhatikan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan

Daftar Pustaka

1. Siswono (2005). “Customer Relationship Management Menciptakan kesetiaaan si Era ebisnis”. Penerbit Informatika.Jakarta.

2. Arifin, Dafris dkk (2005). “Rancangan Aplikasi e-CRM pada PT. Mandiri Global Solution”. Penerbit Informatika.Jakarta.

3. www.CRMguru.com

4. www.CRMcommunity.com

5. www.customers.com

Kamis, 14 Mei 2009

PENERAPAN WAN DENGAN FRAME RELAY

PENERAPAN WAN DENGAN FRAME RELAY
Disusun Untuk Melengkapi TugasMata Kuliah Komunikasi Data

  







Disusun oleh :
Krisna Wulan S / A21.2008.05982
Hanum Insani R / A21.2008.06051




UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
MANAJEMEN INFORMATIKA D3
SEMARANG 2009
I. PENGERTIAN WAN

Komunikasi data di Indonesia saat ini telah menjadi satu kebutuhan yang pokok terutama bagi perusahaan-perusahaan bisnis maupun institusi-institusipemerintahan.Jaringan komputer penting untuk organisasi modern dengan alasan Sistem Jaringan Komputer memungkinkan organisasi untuk lebih fleksibel dan mudah beradaptasi terhadap kondisi bisnins yang berubah – ubah dengan cepat. Jaringan memungkinkan prusahaan utnuk berbagi perangkat keras , aplikasi komputer, dan basis data antar organisasi. Jaringan memungkinkan pegawai – pegawai dan kelompok kerja yang tersebar di daerah yang berbeda – beda utnuk berbagi dokumen, ide, pendapat, dan berinteraksi secara lebih efisien dan efektif. Jaringan meningkatkan link antara perusahaan – perusahaan bisnis dan antara perusahaan – perusahaan bisnis dengan pelanggannya.

Komunikasi yang terjadi tidak hanya sebatas satu area local tertentu saja tapi komunikasi dilakukan juga dengan area-area di wilayah lain sehingga membentuk satu area jaringan yang luas (WAN). Untuk melakukan koneksi di jaringan yang berskala luas biasanya dapat dilakukan dengan menyewa perantara penyedia jasa telekomunikasi.
WAN yang merupakan kependekan dari Wide Area Network merupakan jaringan yang meliputi daerah geografis yang luas. Pada umumnya, WAN disediakan oleh perusahaan – perusahaan penyedia layanan. WAN meliputi jaringan regional seperti perusahaan telepon, atau jaringan internasional seperti penyedia layanan komunikasi global. WAN biasanya memiliki sirkuit berkapasitas sangat besar, dengan jumlah prosesor komunikasi yang banyak sehingga memungkinkan untuk menggunakan sirkuit secara efisien. WAN dapat berupa kombinasi dari switched dedicated lines, microwave, dan satelit komunikasi.
WAN dapat menggunakan jenis topologi jaringan manapun dari kelima topologi jaringan dasar. Topologi suatu jaringan adalah layout fisik dan keterhubungan (connectivity) suatu jaringan. Protokol (protocol) tertentu atau peraturan tentang komunikasi sering digunakan untuk topologi tertentu, namun kedua konsep itu berbeda. Topologi merupakan cara channel berhubungan dengan nodes semenatra protokol merupakan aturan komunikasi data yang berlangsung pada channel tersebut. Pada umumnya WAN menggunakan topologi star dengan tujuan dapat melakukan kontrol terhadap jaringan dengan lebih ketat. Banyak pilihan yang dapat digunakan seperti X.25, Frame Relay, atau ATM(Asynchronous Transfer Mode) untuk membangun sebuah interkoneksi jaringan WAN. Namun kita harus cermat dalam memilih, bagaimana kinerja dan biaya yang dihabiskan untuk pilihan-pilihan tersebut.



Start Network
 
Gambar Star Network
Topologi STAR
Topologi bintang menyambungkan setiap node (komputer dan peralatan lain) ke hub atau switch. Data yang dihantar dalam topologi bintang akan melalui hub atau switch sebelum ke tujuannya. Hub juga berfungsi mengawal dan menyelia penghantaran data dalam rangkaian. Kabel yang digunakan adalah kabel pasangan (unshielded twisted pair) atau fiber optic.
Kebaikan Topologi Star
  Mudah untuk menyambungkan kabel rangkaian
  Mudah mengenalpasti masalah
  Tiada gangguan pada sistem rangkaian apabila menyambung atau membuang peralatan dalam rangkaian.
Kelemahan Topologi Star
  Memerlukan kabel yang panjang (setiap node satu kabel)
  Sekiranya hub gagal fungsi keseluruhan rangkaian tidak dapat beroperasi
  Kos pemasangan yang lebih berbanding topologi bus.


Peralatan yang digunakan :
  Jenis NIC Ethernet Card, LocalTalk
  Kabel Twisted Pair, Fiber Optic
  Connector RJ-45, ST Connector, SC Connector
  Protokol Ethernet, LocalTalk
  Hub/Switch 10Base 8 ports , 10Base 16ports , Ethernet Hub/Switch 8 ports ,
  Ethernet Hub/Switch 16 ports
















II. WAN DENGAN FRAME RELAY

Frame Relay merupakan protokol WAN yang memiliki performa tinggi. Beroperasi pada physical layer dan data link layer OSI referensi model, Frame Relay merupakan komunikasi data packet-switched yang dapat menghubungkan beberapa perangkat jaringan dengan multipoint WAN Frame Relay merupakan standar yang dikeluarkan oleh CCITT (Consultative Committee for International Telegraph and Telephone) dan ANSI (American National Standards Institute) untuk proses pengiriman data melalui PDN (Public Data Network). Pengiriman informasi dilakukan dengan membagi data menjadi paket. Setiap paket dikirimkan melalui rangkaian WAN switch sebelum akhirnya sampai kepada tujuan. (www.total.or.id,Pengertian Frame Relay)

Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frameframe akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui “virtual circuit” sampai tujuan.(www.mudji.net) Sebuah jaringan frame relay terdiri dari “endpoint” (PC, server, komputer host), perangkat akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1).

Frame Relay bukanlah teknologi yang baru, Proposal awal mengenai teknologi Frame Relay sudah diajukan ke CCITT semenjak tahun 1984, namun perkembangannya saat itu tidak signifikan karena kurangnya interoperasi dan standarisasi dalam teknologi ini. Perkembangan teknologi ini dimulai di saat Cisco, Digital Equipment Corporation (DEC), Northern Telecom, dan StrataCom membentuk suatu konsorsium yang berusaha mengembangkan frame relay. Selain membahas dasar-dasar protokol Frame Relay dari CCITT, konsorsium ini juga mengembangkan kemampuan protokol ini untuk berinteroperasi pada jaringan yang lebih rumit. Kemampuan ini di kemudian hari disebut Local Management Interface (LMI). Frame Relay memiliki kemampuan yang lebih efektif dari teknologi pendahulunya X.25. Frame Relay dinilai lebih cepat karena memiliki solusi untuk penanganan kesalahan / error pada paket yang dikirim dengan cara simpel. Frame Relay juga menjadi lebih sederhana ketimbang X.25 yang memiliki proses-proses yang rumit dalam protokol-protokolnya.
Frame Relay muncul sebagai teknologi yang memiliki performansi dengan kecepatan tinggi dan dinilai murah ketimbang teknologi-teknologi lain seperti Wireless. Sebagai contoh, jika kita ingin memulai untuk berbisnis ISP, modalperalatan yang perlu kita miliki :
Perangkat Frame Relay
1. Sepasang modem Frame Relay (second hand) sekitar 6 juta rupiah (one time)
2. Router Cisco 2500 series (second hand) sekitar 4 juta rupiah (one time)
3. Registrasi Frame Relay Lintas Arta dan biaya instalasi 2 juta rupiah (one time)
4. Akses Internet Lintas Arta 64 kbps sekitar 7 - 9 juta rupiah per bulan
5. Kapasitas hingga 2 Mbps
6. Total investasi 12 juta rupiah.
* Catatan : Alternatif pengadaan perangkat akses adalah sewa, tarif sewa bervariasi.

Perangkat Wireless LAN 
1. Sepasang Wireless LAN point to point sekitar $ 900 termasuk instalasi (one time)
2. Tower triangle 32 meter sekitar 7 juta rupiah atau per meter 200 ribu rupiah (one time)
3. Akomodasi dan transportasi tower sekitar 1 - 2 juta rupiah (Pulau Jawa)
4. Biaya sewa lokasi di ISP Lokal, tarif bervariasi
5. Kapasitas hingga 1 Mbps
6. Total investasi 18 juta rupiah.
* Catatan : Khusus untuk perangkat akses Wireless LAN local loop (point to point)
Indosat Mega Media adalah sewa, tarif 2 - 4 juta rupiah per link per bulan.
(referensi : www.bumikupijak.com, Tips Membangun ISP, tanggal 21 Des 2008)
Terlihat bahwa modal untuk pengadaan peralatan Frame Relay bisa lebih murah ketimbang untuk pengadaan perangkat Wireless. Selain itu juga terdapat kelebihan-kelebihan lain yang dapat menjadi bahan pertimbangan mengapa menggunakan Frame Relay, yaitu :
• Tingkat kehandalannya tinggi dengan dukungan sistem transmisi Fiber Optic dan network yang handal
• Lebih ekonomis untuk berbagai tujuan karena menggunakan satu saluran fisik untuk menghubungi ke berbagai tujuan (star)
• Dapat mengelola trafik data yang bersifat bursty
• Dapat menggunakan berbagai protokol komunikasi dan jenis aplikasi
• Memiliki tingkat keamanan yang tinggi karena merupakan jaringan private

Dengan langkah-langkah penanganan terhadap kesalahan ataupun kegagalan saat proses, Frame Relay menjadi satu teknologi yang handal. Frame Relay juga compatible jika di joinkan dengan perangkat lainnya seperti X.25, SDLC, S.28, SNA ataupun ATM. Semua keuntungan-keuntungan inilah yang membuat Frame Relay banyak digunakan hingga sampai saat ini. Kita juga tidak perlu kesulitan untuk belajar konfigurasi karena konfigurasi-konfigurasi Frame Relay telah banyak dan gratis beredar diinternet.
Untuk sebuah perusahaan atau instansi dapat memilih jaringan yang ingin digunakan, apakah bersifat private atau public. Masing-masing pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk jaringan public, perusahaan akan mendapati biaya yang lebih murah karena hanya dibebankan untuk membayar sewa pemakaian jaringan saja, karena seluruh perangkat jaringan Frame Relay (Frame Relay switching equipment) terletak di kantor pusat Perusahaan Jasa Telekomunikasi. Namun, keamanannya kurang karena seluruh proses komunikasi data ditangani oleh pihak penyedia jasa.

Untuk jaringan private, memiliki tingkat sekuriti yang tinggi karena seluruh proses menjadi hak sepenuhnya perusahaan, bgaimana mekanismenya semua diatur oleh perusahaan sendiri. Namun, semua beban administrasi dan maintenance ditanggungjawabkan kepada perusahaan itu sendiri, juga untuk pengadaan
perangkat-perangkat jaringannya. Hal ini mengakibatkan untuk menggunakan jaringan private perusahaan harus menyediakan dana yang lebih karena biaya, administrasi, maintenance, pengadaan perangkat, dan sewa pemakaian jaringan menjadi tanggung jawab perusahaan.

Namun, meskipun begitu Frame Relay tetaplah teknologi yang tidak baru lagi. Saat ini telah berkembang teknologi-teknologi baru yang dibuat lebih canggih dari teknologi lama. Sebut saja seperti teknologi SSL VPN (Secure Socket Layer Virtual Private Network) dan MPLS (Multi Protocol Labeling Switching). SSL VPN (Secure Socket Layer Virtual Private Network)

Pada teknologi SSL VPN menggunakan infrastruktur publik yang sudah ada di internet untuk melakukan pertukaran data antara kantor pusat sebuah perusahaan dan kantor cabangnya, berbeda dengan dengan Frame Relay yang menggunakan satu jalur tersendiri (bukan jalur internet). Hal ini mengingat kebutuhan mobilitas yang sangat tinggi dalam berkomunikasi dengan rekanan bisnis atau untuk mendukung karyawan yang sedang bekerja mengerjakan proyek di lokasi lain (di lapangan) / mobile-worker.

 
Gambar a. jaringan private melalui leased line (www.ristinet.com)

 
Gambar b. jaringan private melalui internet (www.ristinet.com)


Pada gambar a menunjukkan jaringan yang menggunakan leased line. Jaringan ini merupakan jaringan tersendiri yang terpisah dari internet. Pada gambar b menunjukkan jaringan SSL VPN yang menggunakan jaringan internet publik untuk menghubungkan kantor pusat dengan kantor-kantor cabang.

Resiko keamanan juga menjadi masalah yang krusial jika pengolahan data perusahaan dihubungkan langsung dengan internet. Hal ini dapat ditanggulangi dengan enkripsi yang disediakan SSL VPN. SSL memanfaatkan teknologi kunci publik 40-bit dari RSA, yang ternyata dapat dijebol dalam waktu 1,3 hari dengan 100 komputer menggunakan brute-force attack. Ini tidak berarti teknologi SSL tidak bermanfaat. Tujuannya jelas, yakni agar biaya yang dikeluarkan oleh pihak penyerang lebih besar dari pada 'harga' informasi yang dienkripsi melalui SSL, sehingga secara ekonomi tidak menguntungkan.
 






III. KESIMPULAN
• WAN dapat menggunakan jenis topologi jaringan manapun dari kelima topologi jaringan dasar, tapi pada umumnya WAN menggunakan topologi star dengan tujuan dapat melakukan kontrol terhadap jaringan dengan lebih ketat.
• Frame Relay merupakan penerapan teknologi WAN untuk komunikasi data yang memiliki performansi dengan kecepatan tinggi yang memecah data menjadi frameframe.
• Implementasi Frame Relay yaitu pada jaringan publik dan jaringan privatenya.
• Jaringan publik Frame Relay memiliki keunggulan dari sisi biaya karena hanya dibebankan biaya sewa penggunaan jaringan saja.
• Jaringan private Frame Relay memiliki keunggulan dari sisi keamanan karena seluruh mekanisme pada jaringan menjadi hak pengolahan sepenuhnya perusahaan.
• Jaringan Frame Relay memiliki keunggulan dimana memiliki kehandalan yang tinggi jika didukung sistem transmisi dan network yang handal juga (seperti Fiber Optic), mampu mengelolah traffic data yang bersifat bursty, dan tingkat keamanan yang tinggi karena menggunakan jalur komunikasi khusus.
• Jaringan Frame Relay memiliki kelemahan pada fleksibilitas karena menggunakan jaringan khusus (bukan jaringan internet), dimana mengalami kesulitan ketika mobile-worker bermaksud untuk mengakses jaringan tersebut. 
Frame Relay bukanlah solusi terbaik untuk membangun jaringan komunikasi data karena masih memiliki kelemahan-kelemahan yang berisiko. Namun meskipun begitu Frame Relay bukanlah solusi yang buruk karena masih memiliki keunggulankeunggulan disisi lain.




IV. DAFTAR PUSTAKA

www.total.or.id, Pengertian Frame Relay.

www.elektro-indonesia.com, Frame Relay dan Perkembangannya
.
www.mudji.net, Telecommunications And Internetworking.