Kamis, 14 Mei 2009

PENERAPAN WAN DENGAN FRAME RELAY

PENERAPAN WAN DENGAN FRAME RELAY
Disusun Untuk Melengkapi TugasMata Kuliah Komunikasi Data

  







Disusun oleh :
Krisna Wulan S / A21.2008.05982
Hanum Insani R / A21.2008.06051




UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
MANAJEMEN INFORMATIKA D3
SEMARANG 2009
I. PENGERTIAN WAN

Komunikasi data di Indonesia saat ini telah menjadi satu kebutuhan yang pokok terutama bagi perusahaan-perusahaan bisnis maupun institusi-institusipemerintahan.Jaringan komputer penting untuk organisasi modern dengan alasan Sistem Jaringan Komputer memungkinkan organisasi untuk lebih fleksibel dan mudah beradaptasi terhadap kondisi bisnins yang berubah – ubah dengan cepat. Jaringan memungkinkan prusahaan utnuk berbagi perangkat keras , aplikasi komputer, dan basis data antar organisasi. Jaringan memungkinkan pegawai – pegawai dan kelompok kerja yang tersebar di daerah yang berbeda – beda utnuk berbagi dokumen, ide, pendapat, dan berinteraksi secara lebih efisien dan efektif. Jaringan meningkatkan link antara perusahaan – perusahaan bisnis dan antara perusahaan – perusahaan bisnis dengan pelanggannya.

Komunikasi yang terjadi tidak hanya sebatas satu area local tertentu saja tapi komunikasi dilakukan juga dengan area-area di wilayah lain sehingga membentuk satu area jaringan yang luas (WAN). Untuk melakukan koneksi di jaringan yang berskala luas biasanya dapat dilakukan dengan menyewa perantara penyedia jasa telekomunikasi.
WAN yang merupakan kependekan dari Wide Area Network merupakan jaringan yang meliputi daerah geografis yang luas. Pada umumnya, WAN disediakan oleh perusahaan – perusahaan penyedia layanan. WAN meliputi jaringan regional seperti perusahaan telepon, atau jaringan internasional seperti penyedia layanan komunikasi global. WAN biasanya memiliki sirkuit berkapasitas sangat besar, dengan jumlah prosesor komunikasi yang banyak sehingga memungkinkan untuk menggunakan sirkuit secara efisien. WAN dapat berupa kombinasi dari switched dedicated lines, microwave, dan satelit komunikasi.
WAN dapat menggunakan jenis topologi jaringan manapun dari kelima topologi jaringan dasar. Topologi suatu jaringan adalah layout fisik dan keterhubungan (connectivity) suatu jaringan. Protokol (protocol) tertentu atau peraturan tentang komunikasi sering digunakan untuk topologi tertentu, namun kedua konsep itu berbeda. Topologi merupakan cara channel berhubungan dengan nodes semenatra protokol merupakan aturan komunikasi data yang berlangsung pada channel tersebut. Pada umumnya WAN menggunakan topologi star dengan tujuan dapat melakukan kontrol terhadap jaringan dengan lebih ketat. Banyak pilihan yang dapat digunakan seperti X.25, Frame Relay, atau ATM(Asynchronous Transfer Mode) untuk membangun sebuah interkoneksi jaringan WAN. Namun kita harus cermat dalam memilih, bagaimana kinerja dan biaya yang dihabiskan untuk pilihan-pilihan tersebut.



Start Network
 
Gambar Star Network
Topologi STAR
Topologi bintang menyambungkan setiap node (komputer dan peralatan lain) ke hub atau switch. Data yang dihantar dalam topologi bintang akan melalui hub atau switch sebelum ke tujuannya. Hub juga berfungsi mengawal dan menyelia penghantaran data dalam rangkaian. Kabel yang digunakan adalah kabel pasangan (unshielded twisted pair) atau fiber optic.
Kebaikan Topologi Star
  Mudah untuk menyambungkan kabel rangkaian
  Mudah mengenalpasti masalah
  Tiada gangguan pada sistem rangkaian apabila menyambung atau membuang peralatan dalam rangkaian.
Kelemahan Topologi Star
  Memerlukan kabel yang panjang (setiap node satu kabel)
  Sekiranya hub gagal fungsi keseluruhan rangkaian tidak dapat beroperasi
  Kos pemasangan yang lebih berbanding topologi bus.


Peralatan yang digunakan :
  Jenis NIC Ethernet Card, LocalTalk
  Kabel Twisted Pair, Fiber Optic
  Connector RJ-45, ST Connector, SC Connector
  Protokol Ethernet, LocalTalk
  Hub/Switch 10Base 8 ports , 10Base 16ports , Ethernet Hub/Switch 8 ports ,
  Ethernet Hub/Switch 16 ports
















II. WAN DENGAN FRAME RELAY

Frame Relay merupakan protokol WAN yang memiliki performa tinggi. Beroperasi pada physical layer dan data link layer OSI referensi model, Frame Relay merupakan komunikasi data packet-switched yang dapat menghubungkan beberapa perangkat jaringan dengan multipoint WAN Frame Relay merupakan standar yang dikeluarkan oleh CCITT (Consultative Committee for International Telegraph and Telephone) dan ANSI (American National Standards Institute) untuk proses pengiriman data melalui PDN (Public Data Network). Pengiriman informasi dilakukan dengan membagi data menjadi paket. Setiap paket dikirimkan melalui rangkaian WAN switch sebelum akhirnya sampai kepada tujuan. (www.total.or.id,Pengertian Frame Relay)

Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frameframe akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui “virtual circuit” sampai tujuan.(www.mudji.net) Sebuah jaringan frame relay terdiri dari “endpoint” (PC, server, komputer host), perangkat akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1).

Frame Relay bukanlah teknologi yang baru, Proposal awal mengenai teknologi Frame Relay sudah diajukan ke CCITT semenjak tahun 1984, namun perkembangannya saat itu tidak signifikan karena kurangnya interoperasi dan standarisasi dalam teknologi ini. Perkembangan teknologi ini dimulai di saat Cisco, Digital Equipment Corporation (DEC), Northern Telecom, dan StrataCom membentuk suatu konsorsium yang berusaha mengembangkan frame relay. Selain membahas dasar-dasar protokol Frame Relay dari CCITT, konsorsium ini juga mengembangkan kemampuan protokol ini untuk berinteroperasi pada jaringan yang lebih rumit. Kemampuan ini di kemudian hari disebut Local Management Interface (LMI). Frame Relay memiliki kemampuan yang lebih efektif dari teknologi pendahulunya X.25. Frame Relay dinilai lebih cepat karena memiliki solusi untuk penanganan kesalahan / error pada paket yang dikirim dengan cara simpel. Frame Relay juga menjadi lebih sederhana ketimbang X.25 yang memiliki proses-proses yang rumit dalam protokol-protokolnya.
Frame Relay muncul sebagai teknologi yang memiliki performansi dengan kecepatan tinggi dan dinilai murah ketimbang teknologi-teknologi lain seperti Wireless. Sebagai contoh, jika kita ingin memulai untuk berbisnis ISP, modalperalatan yang perlu kita miliki :
Perangkat Frame Relay
1. Sepasang modem Frame Relay (second hand) sekitar 6 juta rupiah (one time)
2. Router Cisco 2500 series (second hand) sekitar 4 juta rupiah (one time)
3. Registrasi Frame Relay Lintas Arta dan biaya instalasi 2 juta rupiah (one time)
4. Akses Internet Lintas Arta 64 kbps sekitar 7 - 9 juta rupiah per bulan
5. Kapasitas hingga 2 Mbps
6. Total investasi 12 juta rupiah.
* Catatan : Alternatif pengadaan perangkat akses adalah sewa, tarif sewa bervariasi.

Perangkat Wireless LAN 
1. Sepasang Wireless LAN point to point sekitar $ 900 termasuk instalasi (one time)
2. Tower triangle 32 meter sekitar 7 juta rupiah atau per meter 200 ribu rupiah (one time)
3. Akomodasi dan transportasi tower sekitar 1 - 2 juta rupiah (Pulau Jawa)
4. Biaya sewa lokasi di ISP Lokal, tarif bervariasi
5. Kapasitas hingga 1 Mbps
6. Total investasi 18 juta rupiah.
* Catatan : Khusus untuk perangkat akses Wireless LAN local loop (point to point)
Indosat Mega Media adalah sewa, tarif 2 - 4 juta rupiah per link per bulan.
(referensi : www.bumikupijak.com, Tips Membangun ISP, tanggal 21 Des 2008)
Terlihat bahwa modal untuk pengadaan peralatan Frame Relay bisa lebih murah ketimbang untuk pengadaan perangkat Wireless. Selain itu juga terdapat kelebihan-kelebihan lain yang dapat menjadi bahan pertimbangan mengapa menggunakan Frame Relay, yaitu :
• Tingkat kehandalannya tinggi dengan dukungan sistem transmisi Fiber Optic dan network yang handal
• Lebih ekonomis untuk berbagai tujuan karena menggunakan satu saluran fisik untuk menghubungi ke berbagai tujuan (star)
• Dapat mengelola trafik data yang bersifat bursty
• Dapat menggunakan berbagai protokol komunikasi dan jenis aplikasi
• Memiliki tingkat keamanan yang tinggi karena merupakan jaringan private

Dengan langkah-langkah penanganan terhadap kesalahan ataupun kegagalan saat proses, Frame Relay menjadi satu teknologi yang handal. Frame Relay juga compatible jika di joinkan dengan perangkat lainnya seperti X.25, SDLC, S.28, SNA ataupun ATM. Semua keuntungan-keuntungan inilah yang membuat Frame Relay banyak digunakan hingga sampai saat ini. Kita juga tidak perlu kesulitan untuk belajar konfigurasi karena konfigurasi-konfigurasi Frame Relay telah banyak dan gratis beredar diinternet.
Untuk sebuah perusahaan atau instansi dapat memilih jaringan yang ingin digunakan, apakah bersifat private atau public. Masing-masing pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk jaringan public, perusahaan akan mendapati biaya yang lebih murah karena hanya dibebankan untuk membayar sewa pemakaian jaringan saja, karena seluruh perangkat jaringan Frame Relay (Frame Relay switching equipment) terletak di kantor pusat Perusahaan Jasa Telekomunikasi. Namun, keamanannya kurang karena seluruh proses komunikasi data ditangani oleh pihak penyedia jasa.

Untuk jaringan private, memiliki tingkat sekuriti yang tinggi karena seluruh proses menjadi hak sepenuhnya perusahaan, bgaimana mekanismenya semua diatur oleh perusahaan sendiri. Namun, semua beban administrasi dan maintenance ditanggungjawabkan kepada perusahaan itu sendiri, juga untuk pengadaan
perangkat-perangkat jaringannya. Hal ini mengakibatkan untuk menggunakan jaringan private perusahaan harus menyediakan dana yang lebih karena biaya, administrasi, maintenance, pengadaan perangkat, dan sewa pemakaian jaringan menjadi tanggung jawab perusahaan.

Namun, meskipun begitu Frame Relay tetaplah teknologi yang tidak baru lagi. Saat ini telah berkembang teknologi-teknologi baru yang dibuat lebih canggih dari teknologi lama. Sebut saja seperti teknologi SSL VPN (Secure Socket Layer Virtual Private Network) dan MPLS (Multi Protocol Labeling Switching). SSL VPN (Secure Socket Layer Virtual Private Network)

Pada teknologi SSL VPN menggunakan infrastruktur publik yang sudah ada di internet untuk melakukan pertukaran data antara kantor pusat sebuah perusahaan dan kantor cabangnya, berbeda dengan dengan Frame Relay yang menggunakan satu jalur tersendiri (bukan jalur internet). Hal ini mengingat kebutuhan mobilitas yang sangat tinggi dalam berkomunikasi dengan rekanan bisnis atau untuk mendukung karyawan yang sedang bekerja mengerjakan proyek di lokasi lain (di lapangan) / mobile-worker.

 
Gambar a. jaringan private melalui leased line (www.ristinet.com)

 
Gambar b. jaringan private melalui internet (www.ristinet.com)


Pada gambar a menunjukkan jaringan yang menggunakan leased line. Jaringan ini merupakan jaringan tersendiri yang terpisah dari internet. Pada gambar b menunjukkan jaringan SSL VPN yang menggunakan jaringan internet publik untuk menghubungkan kantor pusat dengan kantor-kantor cabang.

Resiko keamanan juga menjadi masalah yang krusial jika pengolahan data perusahaan dihubungkan langsung dengan internet. Hal ini dapat ditanggulangi dengan enkripsi yang disediakan SSL VPN. SSL memanfaatkan teknologi kunci publik 40-bit dari RSA, yang ternyata dapat dijebol dalam waktu 1,3 hari dengan 100 komputer menggunakan brute-force attack. Ini tidak berarti teknologi SSL tidak bermanfaat. Tujuannya jelas, yakni agar biaya yang dikeluarkan oleh pihak penyerang lebih besar dari pada 'harga' informasi yang dienkripsi melalui SSL, sehingga secara ekonomi tidak menguntungkan.
 






III. KESIMPULAN
• WAN dapat menggunakan jenis topologi jaringan manapun dari kelima topologi jaringan dasar, tapi pada umumnya WAN menggunakan topologi star dengan tujuan dapat melakukan kontrol terhadap jaringan dengan lebih ketat.
• Frame Relay merupakan penerapan teknologi WAN untuk komunikasi data yang memiliki performansi dengan kecepatan tinggi yang memecah data menjadi frameframe.
• Implementasi Frame Relay yaitu pada jaringan publik dan jaringan privatenya.
• Jaringan publik Frame Relay memiliki keunggulan dari sisi biaya karena hanya dibebankan biaya sewa penggunaan jaringan saja.
• Jaringan private Frame Relay memiliki keunggulan dari sisi keamanan karena seluruh mekanisme pada jaringan menjadi hak pengolahan sepenuhnya perusahaan.
• Jaringan Frame Relay memiliki keunggulan dimana memiliki kehandalan yang tinggi jika didukung sistem transmisi dan network yang handal juga (seperti Fiber Optic), mampu mengelolah traffic data yang bersifat bursty, dan tingkat keamanan yang tinggi karena menggunakan jalur komunikasi khusus.
• Jaringan Frame Relay memiliki kelemahan pada fleksibilitas karena menggunakan jaringan khusus (bukan jaringan internet), dimana mengalami kesulitan ketika mobile-worker bermaksud untuk mengakses jaringan tersebut. 
Frame Relay bukanlah solusi terbaik untuk membangun jaringan komunikasi data karena masih memiliki kelemahan-kelemahan yang berisiko. Namun meskipun begitu Frame Relay bukanlah solusi yang buruk karena masih memiliki keunggulankeunggulan disisi lain.




IV. DAFTAR PUSTAKA

www.total.or.id, Pengertian Frame Relay.

www.elektro-indonesia.com, Frame Relay dan Perkembangannya
.
www.mudji.net, Telecommunications And Internetworking.

1 komentar:

  1. referensi : www.bumikupijak.com : Tips Membangun ISP : 21 Desember 2008
    http://bumikupijak.com/index.php?option=com_content&task=view&id=90&Itemid=38

    BalasHapus